Bismillahirrohmaanirrohim....
Setelah perjalanan saya dimulai dari tes masuk sekolah diantar oleh kakak perempuan saya, tepatnya sih anak ke 2 dari ayah dan ibu saya. Dengan meninggalkan segala kegiatan kuliahnya demi mengatarkan saya...
Dan test pun dimulai dari tes tulisan.
Tentang Insya' , Nahwu, dan Sorof.
Dan kelemahanku pun teruji di bagian insya'. Entah mengapa fikiranku lebih baik mengerjakan 100 soal matematika dibanding mengerjakan tes tulis tentang insya'.
Kemudian berlanjut di tes berikutnya, yaitu tes lisan.
Di tes lisan saya diberikan sebuah kertas dengan bertuliskan surah surah Al-Qur'an..
Sayapun diuji tentang Tajwid. Saya berhasil lolos di tantangan itu.
Saya juga diuji tentang kosakata/mufrodat/vocabularies saya juga lolos.
Saya diuji tentang pembacaan kitab fathul Qorib dan diperintahkan untuk mengartikan, ITULAH KELEMHAN SAYA.
Yang membuat saya di ajukan oleh ustadz yang menguji, bahwa saya harus balik lagi ke kelas 3 atau kelas 9 mts.
Hati saya sedih, bahkan menangis tersedu sedu. Saya melihat kebawah, ada banyak yang mengikuti tes berbarengan dengan saya yang hatus mengulang di kelas 2 atau di kls 8 mts.
Saya meminta kepada kakak saya agar langsung pulang saja dan tak perlu mengambil ajuan dari ustadz tersebut.
Sepanjang jalan, di dalam angkot air mata saya bercucuran tanpa henti meskipun saya ingin berhenti.
Harusnya saya senang atas pengumuman dari ajuan ustad tersebut karena saya bisa memasuki sekolah yang saya mau.
Tapi apa? Saya maah sedih yang sangat tak terkondisikan.
Mungkin kalian bertanya, dan jawabannya adalah ibu saya.
Ibu saya adalah alasan mengapa saya tak menolak untuk mengikuti ujian tersebut.
Ibu saya tampak kecewa atas hasil yang saya dapatkan, meskipun ibusaya berkata "nak, mungkin ini jalan dari Allah untuk kamu. Jalan dari Allah yang terbaik. Nak ibu tak kecewa. Ibu tak apa apa nak."
Meskipun ibuku berkata seperti itu, saya adalah anaknya. Saya mengetahui dimana perasaan yang mengecewakan yang tampak di wajah ibu saya.
Allahh kariiimmmm...
Semoga ini adalah memang benar benar jalan-Mu yang Engkau Ridhoi.......
Aamiin.
22-04-2018.
Bogor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar