Jumat, 06 April 2018

ayah


Inilah kehidupan saya.

Saya memiliki kakak satu orang perempuan, kakak dua orang lelaki, serta adik dua orang lelaki.

Di dunia saya sekarang, saya hanya merasakan diatas(kesenangan) sebentar bagaikan hanya satu kedipan mata manusia bertahan.
Sedangkan saya merasakan dibawah(kesengsaraan) sangat lama bagaikan berjalan dari bogor ke Jakarta yang sangat lelah dan letih.

Semoga saya bisa kuat, karna ini adalah takdir yang di tentukan oleh Allah SWT untuk saya. Guru saya sering berkata bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan diatas kemampuan hamba-Nya.

Seorang lelaki yang tidak pernah membuat saya sedih dengan ucapannya, seorang lelaki yang sangat hebat dalam menghadapi segala cobaan dalam bentuk apapun, seorang lelaki yang selalu memberikan keutamaan dalam kebutuhan pendidikan saya, dan seorang lelaki yang menafkahi keluarga kami. Ya, beliau adalah “Ayah”.

Ibuku selalu berkata bahwa ucapan ayah bisa saja terjadi, karna ucapan adalah Do’a. Sayapun mempercayainya, hingga suatu hari ucapan ayahku membuat ku sangat rapuh. Kronologisnya seperti ini’

Saya: “Yahh, aku minta izin untuk menghadiri suatu acara majelis ilmu di ajak oleh teman pesantren ku”
Ayah: “ini sudah malam” (ketika itu pukul 18.30)
Saya: (menjawab dengan halus) “yasudah yah, kalo gaboleh gapapa”

Mungkin saya izin di waktu yang tidak tepat karna ayah ku sedang emosi. Padahal aku berkata halus.

Ayah:”jadi cewe ga usah jadi pemarah, nanti banyak lelaki yang tak suka kapada mu. Ayah tak suka kamu seperti itu.”

Saya dan ibu saya hanya terdiam mendengar ayah berkata seperti itu.
Saya takpernah mendengar kalimat itu sebelumnya, baik berbicara kepada saya atupun kakak saya.

Kakak perempuan saya dianggap sebagai anak paling disayang oleh ayah saya.

Kakak perempuan saya lebih tua sekitar 5-6 tahun. Kakak saya juga pernah dimarahi oleh ayah tetapi tidak sekasar ucapannya ke saya.
Saya berfikir mungkin ayah sedang memiliki pekerjaan yang membuatnya emosi berlebhan kepada saya.

Bagaimana dengan ucapan ayah saya  yang tidakakan saya lupakan?

Mungkinkah ini adalah kebaperan saya yang terlalu berlebihan?

Perasaan saya sangat hancur ketika seorang lelaki yang saya sangat yakini tak pernah membuat setetes air mata pun jatuh dipipi saya.

Semua ini membuktikan bahwa saya, kakak lelaki,dan adik lelaki lebih memilih dekat dengan ibu dibanding ayah.

Saya berharap, Allah mengampuni segala dosa ayah.




“Teruntuk seluruh ayah di dunia, berikanlah yang terbaik untuk anak perempuan mu. “




Teruntuk ayah ku,
“Aku sangat beruntung memiliki ayah seperti mu. Keringatmu adalah kasih sayang. Aku akan memberikan yang terbaik untuk mu wahai Ayah, Aku rindu air mata berlinang,  semoga engkau baik-baik saja, I LOVE YOU BECAUSE ALLAH”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar