Inilah kehidupan saya.
Saya memiliki kakak satu orang
perempuan, kakak dua orang lelaki, serta adik dua orang lelaki.
Di dunia saya sekarang, saya hanya
merasakan diatas(kesenangan) sebentar bagaikan hanya satu kedipan mata manusia
bertahan.
Sedangkan saya merasakan
dibawah(kesengsaraan) sangat lama bagaikan berjalan dari bogor ke Jakarta yang
sangat lelah dan letih.
Semoga saya bisa kuat, karna ini adalah takdir yang di tentukan oleh Allah SWT untuk saya. Guru saya sering berkata bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan diatas kemampuan hamba-Nya.
Seorang lelaki yang tidak pernah
membuat saya sedih dengan ucapannya, seorang lelaki yang sangat hebat dalam
menghadapi segala cobaan dalam bentuk apapun, seorang lelaki yang selalu
memberikan keutamaan dalam kebutuhan pendidikan saya, dan seorang lelaki yang menafkahi keluarga kami. Ya, beliau adalah “Ayah”.
Ibuku selalu berkata bahwa ucapan
ayah bisa saja terjadi, karna ucapan adalah Do’a. Sayapun mempercayainya,
hingga suatu hari ucapan ayahku membuat ku sangat rapuh. Kronologisnya seperti
ini’
Saya: “Yahh, aku minta izin untuk
menghadiri suatu acara majelis ilmu di ajak oleh teman pesantren ku”
Ayah: “ini sudah malam” (ketika itu
pukul 18.30)
Saya: (menjawab dengan halus)
“yasudah yah, kalo gaboleh gapapa”
Mungkin saya izin di waktu yang tidak
tepat karna ayah ku sedang emosi. Padahal aku berkata halus.
Ayah:”jadi cewe ga usah jadi pemarah,
nanti banyak lelaki yang tak suka kapada mu. Ayah tak suka kamu seperti itu.”
Saya dan ibu saya hanya terdiam
mendengar ayah berkata seperti itu.
Saya takpernah mendengar kalimat itu
sebelumnya, baik berbicara kepada saya atupun kakak saya.
Kakak perempuan saya dianggap sebagai
anak paling disayang oleh ayah saya.
Kakak perempuan saya lebih tua
sekitar 5-6 tahun. Kakak saya juga pernah dimarahi oleh ayah tetapi tidak
sekasar ucapannya ke saya.
Saya berfikir mungkin ayah sedang
memiliki pekerjaan yang membuatnya emosi berlebhan kepada saya.
Bagaimana dengan ucapan ayah saya yang tidakakan saya lupakan?
Mungkinkah ini adalah kebaperan saya
yang terlalu berlebihan?
Perasaan saya sangat hancur ketika
seorang lelaki yang saya sangat yakini tak pernah membuat setetes air mata pun
jatuh dipipi saya.
Semua ini membuktikan bahwa saya,
kakak lelaki,dan adik lelaki lebih memilih dekat dengan ibu dibanding ayah.
Saya berharap, Allah mengampuni
segala dosa ayah.
“Teruntuk seluruh ayah di dunia,
berikanlah yang terbaik untuk anak perempuan mu. “
Teruntuk ayah ku,
“Aku sangat beruntung memiliki ayah
seperti mu. Keringatmu adalah kasih sayang. Aku akan memberikan yang terbaik
untuk mu wahai Ayah, Aku rindu air mata berlinang, semoga engkau baik-baik saja, I LOVE YOU
BECAUSE ALLAH”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar